• Home
  • Nasional
  • Ibu Hajar Anak Kandung hingga Tewas Gegara Tak Berhenti Nangis

Ibu Hajar Anak Kandung hingga Tewas Gegara Tak Berhenti Nangis

Jumat, 11 Juni 2021 | 16:30
istimewa
Ilustrasi penganiayaan.
Bengkulu Utara - Wanita di Bengkulu, DE (22), ditangkap polisi karena diduga menganiaya anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun hingga tewas. DE diduga melakukan penganiayaan karena anaknya tak berhenti menangis.

"Pelaku mengaku anaknya nakal dan tak berhenti menangis karena itulah pelaku emosi dan menganiaya korban hingga tewas," kata Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara, AKP Jery S Nainggolan, saat dimintai konfirmasi, Jumat (11/6/2021).

Peristiwa itu terjadi di Desa Tanjung Kemenyan, Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara, Rabu (9/6). Polisi melakukan penyelidikan setelah warga yang akan mengurus jenazah melapor soal lebam di bagian wajah dan kepala korban.

Setelah dilakukan penyelidikan, DE mengakui telah menganiaya anak kandungnya hingga meninggal. Jery mengatakan pihaknya juga menemukan luka diduga bekas penganiayaan.

"Memang kita temukan bekas-bekas penganiayaan di tubuh korban dan kita lakukan penyelidikan dan pemeriksaan, akhirnya pelaku ini mengakui perbuatannya. Tersangka adalah ibu kandung korban," kata Jery.

DE kemudian diamankan pada Kamis (10/6). Polisi juga telah melakukan olah TKP.

Jery mengatakan ada bercak darah di salah satu dinding rumah. Dinding tersebut diduga merupakan tempat pelaku membenturkan kepala korban.

"Tersangka dalam kondisi sehat. Tersangka mengaku jika memang ada emosi sesaat dan melakukan penganiayaan tersebut," ujar Jery.

Jery menjelaskan DE dan korban hanya berdua di rumah saat peristiwa itu terjadi. Sedangkan suami DE belum pulang bekerja.

Dia mengatakan DE awalnya mengira anaknya hanya pingsan. Dia baru tahu anaknya tewas setelah suaminya, yang merupakan ayah tiri korban, pulang ke rumah dan melihat anak tersebut sudah tak bernyawa.

"Saat ini pelaku sudah kita amankan bersama bukti lainnya," tutup Jery.(detik.com)

loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top