• Home
  • Nasional
  • Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Hingga Hari Kelima

Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Hingga Hari Kelima

Jumat, 15 Januari 2021 | 11:32
CNN Indonesia
Operasi evakuasi Sriwijaya Air SJ 182.
RIAUGREEN.COM -- Pencarian korban dan puing kecelakaan pesawat Sriwijaya Sir SJ 182 hingga hari kelima menghasilkan temuan black box jenis flight data recorder (FDR) dan 141 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh diduga korban. 

Pesawat jurusan Jakarta - Pontianak ini diketahui hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan dipastikan jatuh di sekitar Kepulauan Seribu.

Tim SAR gabungan dari Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI, Polri, hingga relawan bahu-membahu mencari para korban dan puing pesawat sejak hari pertama insiden itu.

Berikut adalah perkembangan penemuan barang bukti kecelakaan pesawat Sriwijaya selama lima hari terakhir.

Hari Pertama

Selang beberapa jam pasca hilangnya Sriwijaya Air SJ 182, kepolisian sektor Pulau Laki, Kepulauan Seribu, bersama sejumlah warga menjaring puing-puing alumunium yang diduga bagian badan pesawat dan gulungan kabel.

"Kami temukan sejumlah gulungan kabel, potongan celana jeans, dan logam-logam aluminium di perairan," ujar personel Bhabinkamtibmas Pulau Laki, Zulkifli, yang dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (9/1) petang.

Pada hari kedua, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan sejumlah relawan melakukan pencarian dan menemukan citra visual tumpahan minyak di sekitar pulau Laki dan Pulau Lancang.

Tim gabungan tidak menemukan apa-apa karena diduga tumpahan tersebut sudah berlangsung lama sehingga telah bergeser dari titik semula.

Meski demikian, pencarian pada hari kedua mengalami kemajuan, antara lain, menemukan lokasi badan pesawat, mendapatkan sinyal black box, sembilan kantong jenazah, puing yang menyerupai turbin pesawat, bongkahan mesin dengan panjang sekitar 150 centimeter, kabel, aviator breath oxygen, kaos polo, mukena, dan pakaian dalam pria.

Pencarian tim gabungan pada hari ketiga terus berkembang. Pada Senin (11/1) malam, tim gabungan mendapatkan tambahan 29 kantong jenazah.

Sehingga, jumlah bagian tubuh atau body part terkumpul sebanyak 74 kantong jenazah. Sementara, penemuan material badan pesawat juga bertambah menjadi 16 kantong puing kecil dan 24 kantong puing besar.

Hari Keempat

Penemuan tim gabungan berkembang pesat. Dari 74 kantong jenazah pada hari sebelumnya menjadi 139 kantong jenazah, 10 kantong serpihan kecil pesawat sehingga total 26 kantong, 2 potongan besar bagian pesawat sehingga total 26 kantong puing besar, dan black box jenis flight data recorder (FDR).

Melaporkan total temuan 139 kantong jenazah sudah kita temukan, kemudian 10 kantong bagian berisi serpihan kecil pesawat sehingga total menjadi 26, dan potongan besar pesawat hari ini kita mendapatkan 2 sehingga total menjadi 26," kata Bagus dalam konferensi pers di Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/1) malam.

Hari Kelima

Dalam konferensi pers Rabu (13/1) sore, Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan Basarnas Brigadir Jenderal TNI (Mar) Bambang Suryo Aji menyatakan hasil penemuan belum bertambah dari hari sebelumnya. Hal ini dikarenakan operasi pencarian bawah air terkendala gelombang tinggi.

"Operasi yang difokuskan di bawah permukaan laut jadi masih belum dilaksanakan mengingat kondisi dan keamanan untuk faktor safety bagi penyelam," ungkap Bambang, Rabu (13/1) sore.

Selain itu, pemancar sinyal black box yang telah diangkat dari dasar laut pada Selasa (12/1), menyebabkan penyelam harus mencari bagian inti cockpit voice recorder (CVR) secara manual.

Berdasarkan perkembangan hasil pencarian yang dilaporkan Kepala Basarnas, Marsdya Bagus Puruhito, Rabu (13/1) tim gabungan mendapatkan tambahan body part dan puing pesawat.

"Kita mendapatkan 141 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh atau body part, kemudian 31 kantong berisi serpihan kecil pesawat, 28 serpihan besar pesawat," kata Bagus dalam laporannya malam tadi sebagaimana dilansir dari CNN TV.***

Loading...
BERITA LAINNYA
Warga Kemang Teriak Banjir: Lebih Parah dari 2020
Sabtu, 20 Februari 2021 | 13:25
Iseng, Bocah 16 Tahun Bobol Situs Kejagung
Sabtu, 20 Februari 2021 | 02:44
BERIKAN KOMENTAR
Top