• Home
  • Meranti
  • Antisipasi Faham Radikalisme, Polres Meranti Gelar Sosialisasi

Antisipasi Faham Radikalisme, Polres Meranti Gelar Sosialisasi

Jumat, 26 Maret 2021 | 11:33
MERANTI, RIAUGREEN.COM -
Dalam upaya mengantisipasi faham radikalisme, polres Kepulauan Meranti lakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kopitiam Lantai 2 Jalan Diponegoro pada Jum'at (26/3/2021) pagi.

Kegiatan itu berlangsung dihadiri Kepala Satuan dari perwakilan TNI Serda Ambri, (Kasat) Intelejen (Intel Kepulauan Meranti AKP Syaiful, Kasat Bimbingan Masyarakat (Bimmas) AKP Jufri, SH, Lurah Selatpanjang Timur, Ardath S.iP Lurah Selatpanjang Kota Khairi, Anggota Becak Ojek Terminal Selatpanjang (Boots) Badan Kerjasama Seluruh Gereja (BKSG) Kepulauan Meranti Jailani Pasaribu, Perwakilan dari Konghucu Hendra Saputra, Yayasan Catur Maharaja Sakti Kepulauan Meranti, Sugiyanto, dan forum RT RW.

Sosialisasi itu disampaikan oleh pembicara Al-Ustadz Mardio Hasan, bahwa pentingnya hal itu harus dijaga dalam kehidupan, menurutnya hubungan dengan Allah harus baik dan hubungan dengan sesama manusia juga harus baik.

"Hablum minallah dan Hablum minannas harus sama-sama dijaga, kita tidak mau masyarakat memahamkan agama secara setengah-setengah," beber Al-Ustadz.

Lebih jauh dikatakannya, ia meminta kepada masyarakat harus menjaga keharmonisan dan kerukunan atar umat beragama.

Sementara itu Kasat Intel AKP Syaiful menyampaikan bahwa, dengan karakter dan sifat berbeda-beda harus diantisipasi faham radikalisme, anti Pancasila, dan anti NKRI, bahkan faham terorisme.

"Dengan etnis, suku dan agama yang berbeda kita tetap harus mempertahankan dengan Bhenika tunggal Ika, itulah yang menjadi acuan dan pedoman agar kita semua tetap harmonis," kata Syaiful.

Dirinya juga menjelaskan, kerukunan itu harus dicipta menurutnya, ia sebagai anggota polri berupaya sebaik mungkin dalam menjaga keamanan agar masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti tetap hidup rukun dan damai.

"Kita tidak mau kita dipecah-belahkan oleh faham-faham radikalisme, diadu domba oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab," ucap Kasat Intel itu.

Kemudian sebut Kasat Intel itu lagi, mereka yang ingin merubah mindset harus dibentengi dengan ilmu pengetahuan, baik itu sosial budaya, agama dan lain-lain. Dari itu pondasi harus kuat, ia juga menegaskan jangan mudah dengan terpropokasi.

"Itu yang perlu kita antisipasi dimulai dari kelurahan, RW dan RT, jika demikian tetap dijaga dan saling membangun komunikasi jika ada hal-hal yang sifatnya mengundang masalah-masalah harus ditangani demi keamanan daerah kita," terangnya.

Sebutnya lagi, ia juga mengingatkan Kepulauan Meranti adalah daerah yang rawan akan kebakaran, dari itu ia meminta kerjasama dari semua lapisan masyarakat bahwa hal itu tidak dibebankan hanya kepada BPBD, TNI dan Polri, kecuali masyarakat harus saling bahu-membahu untuk ambil andil dalam bekerjasama.

Kegiatan itu juga dibumbui dengan sesi tanya jawab, antara narasumber dengan  para undangan yang hadir, seperti yang diungkapkan oleh Lurah kota Khairi bahwa ia mengucapkan terimakasihnya karna kegiatan itu dilakukan, namun ada beberapa masukan darinya tentang pendidikan anak.

"Kita sangat prihatin, jika pondasi khususnya anak-anak sangatlah terbatas, setelah anak-anak beranjak menjadi remaja dan dewasa, mereka ketemu dengan orang-orang yang faham radikal lalu mereka ngobrol-ngobrol, saya yakin remaja itu akan terdoktrin oleh perbincangan itu," jelas Khairi.

Ditempat yang sama, perwakilan dari BKSG mengungkapkan untuk mohon dijelaskan bahwa ciri-ciri radikalisme, terorisme, dan lain-lain.

"Kami juga mengucapkan terima kasih buat teman-teman semua, saya ke sini 2 orang mewakili badan kerjasama gereja yang ada di Kabupaten Meranti buat undangan ini merupakan hal penting mengantisipasi keberadaan kita yang berbeda suku agama dan juga perbedaan," terangnya

Ia juga melontarkan pertanyaan yang menjadi indikator atau tanda-tanda dan ciri-ciri yang radikal itu seperti apa dan bagaimana.

"Apakah memang selamanya hidup nyaman dengan teman-teman tetapi apa yang dimaksud ciri-ciri namanya juga pemahaman kepada kita semua walaupun saya sudah mengerti tatanan kita yang hadir ini perlu dijelaskan supaya kita bisa mengerti oh ini begini ciri-cirinya arahnya ke sini kita ke siapa terus kemudian selanjutnya," ucapnya.

Dalam engantisipasi sekarang yang katanya terorisme ini tidak hanya berbicara tetapi di media juga sekarang ini berkembang yang namanya berita hoax. Ini juga perlu diantisipasi bagaimana caranya ini supaya tidak mencuci karena generasi yang memegang handphone itu semua usia langsung mencuci otaknya.

Disamping itu pula, Kasat Bimbas Kepulauan Meranti AKP Jufri SH, menyampaikan pentingnya kerjasama dan proaktif peran masyarakat.

"Untuk membangun negeri tidak semestinya dibebankan kepada pemerintah, kecuali dengan masyarakat," tegasnya.

Terakhir, ia berharap betapa pentingnya peran masyarakat untuk saling besinergi demi keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan dalam bermasyarakat. (usu)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top