Begini Cara Membuat Pestisida Organik Berbahan Rempah

Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:51
mcr
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Hama tanaman adalah musuh bagi kelompok tani. Hingga saat ini, penggunaan pestisida kimia masih dianggap ampuh untuk mengusir hama. Namun, harganya lumayan mahal dan tidak ramah lingkungan. Solusi untuk kelompok tani bisa membasmi hama tanaman tanpa menggunakan pestisida kimia adalah dengan menggunakan pestisida organik. 

Untuk membantu para petani Tim Dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unilak membantu para kelompok tani untuk membuat pestisida organik berbahan rempah-rempah dan bahan bakunya mudah di dapat.

Tim Dosen Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unilak yang membantu Kelompok Tani Kampung Okura tersebut terdiri dari Eni Suhesti SHut M.Si, sebagai ketua, dan Hadinoto SHut MSi, Dodi Sukma RA SHut MSi sebagai anggota.

Menurut Ketua Tim Eni Suhesti, tujuan pembuatan pestisida organik yaitu agar masyarakat memahami kelebihan dan keuntungan penggunaan pestisida organik dan mampu membuatnya sendiri dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan serta mampu mengaplikasikannya pada tanaman, sehingga akan mendapatkan hasil pertanian (sayuran dan buah-buahan) yang sehat.

Disebutkan Eni bahan baku pembuatan pestisida yaitu 6 lembar daun Sirsak, 1 lembar daun Pepaya, 1 helai Lidah Buaya, 1 batang Serai dan 2 siung Bawang Putih.

Bahan rempah rempah tadi kemudian dipotong ukuran kecil, bahan yang telah dipotong halus kemudian diblender, atau ditumbuk, setelah itu bahan dimasukkan ke dalam botol ukuran 1 liter, dan diisi air sampai penuh. Kemudian didiamkan selama dua hari, agar senyawa-senyawa aktif di dalam masing-masing bahan bahan keluar dan berfungsi untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi yakni, pengajaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kegiatan diadakan Selasa (10/6/2021) lalu. Pestisida ini ramah lingkungan dan berproses secara alami, jadi baik bagi tanaman, tanah," ujar Eni, melalui keterangan resmi kepada media, Sabtu (19/6/2021).

"Pada saat praktek, kelompok ibu-ibu sangat antusias, karena langsung melihat prosesnya dan mudah. Mereka berharap tim dosen Fahutan terus dapat membantu kelompok tani," tandas Eni.(mcr)

loading...
BERITA LAINNYA
Taiwan Laporkan Kematian Massal Terumbu Karang
Kamis, 14 Januari 2021 | 12:04
Erupsi Gunung Sinabung Kembali Terjadi Hari Ini
Senin, 04 Januari 2021 | 12:27
BERIKAN KOMENTAR
Top