• Home
  • Inhu
  • Kerugian Investasi Bodong Aset Kripto di Inhu Capai Rp96 Milyar

Kerugian Investasi Bodong Aset Kripto di Inhu Capai Rp96 Milyar

Rabu, 17 Maret 2021 | 23:29
INHU, RIAUGREEN.COM - Lagi-lagi menyoal  investasi bodong yang merugikan sebahagian warga masyarakat di kabupaten Inhu Propinsi Riau.

Akhir-akhir belakangan ini menjadi heboh dimana setelah Polres inhu  berhasil mengungkap Investasi Bodong yang dijalankan oleh FS (26) warga Desa Sungai Beringin, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) belum lama ini. Polres Inhu kembali mengungkap Investasi Bodong yang merugikan masyarakat hingga mencapai Rp96 Milyar.

Investasi bodong tersebut adalah EDRG (Edinar Coin Gold) dan menetapkan satu orang tersangka inisial IH selaku Founder yang berstatus sebagai ASN di Pemerintah Kabupaten Inhu.

IH ditetapkan sebagai tersangka sejak 9 Maret 2021 lalu dan sudah dilakukan penahan, saat ini Polres Inhu terus melakukan penyidikan terhadap siapa saja yang terlibat dalam investasi bodong tersebut.

Dalam Rangkuman media saat konferensi pers yang digelar Rabu (17/3/2021) dihalaman depan Mapolres Inhu, Kapolres Inhu AKBP Efrizal S.Ik menjelaskan bahwa penyidikan terhadap IH ini dilakukan menyusul adanya laporan yang disampaikan 10 nasabah investasi yang selama ini dikenal sebagai EDRG.

Adapun modusnya adalah, tersangka menawarkan sebuah produk seolah-olah sebuah aset kripto lalu dipakai untuk sebuah aktivitas yang disangkakan yakni penipuan diduga dengan menggunakan skema ponzi.

Selanjutntya tersangka menjual coin kepada para membernya sebesar Rp150 ribu percoin dan membelinya dengan harga Rp120 percoin, dalam hal ini tersangka menjanjikan keuntungan sebesar 0,5 persen per hari atau 15 persen per bulan,"tambahnya.

Dengan demikian kepada tersangka kita jerat dengan pasal 378 dan atau 372 Jo pasal 64 KUHP, tentang penipuan dan atau penggelapan. 

Dari keseluruhan member yaitu sebanyak 3.445 member tersangka telah berhasil meraup investasi sebesar Rp208 Milyar, namun yang bersangkutan sudah melakukan pembayaran sebesar Rp112 Milyar, sedangkan 96 Milyar belum dibayar.

Dengan sementara kerugian yang diderita oleh korban yang bertindak selaku pelapor adalah sebesar Rp1,1 miliar," ujarnya.

Selain pasal tersebut diatas, polres Inhu juga akan menjerat tersangka dengan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang), sehingga dapat dilakukan penyitaan aset-aset baik yang bergerak maupun tidak bergerak.

Untuk itu kepada masyarakat yang merasa dirugikan kita minta untuk bersabar karena kasus ini sedang kita tangani agar dapat berjalan dengan baik,"pintanya.

Oleh karena itu kepada masyarakat juga kita harapkan untuk hati-hati dalam berinvestasi guna menghindari penipuan seperti yang terjadi saat ini,kalau ingin uangnya berkembang lebih digunakan untuk usaha yang lebih jelas keuntungannya,tutur Kapolres menegaskan (Buds)

Loading...
BERITA LAINNYA
2 Daerah di Inhu Masuk Zona Merah Covid-19
Selasa, 06 April 2021 | 22:33
BERIKAN KOMENTAR
Top