• Home
  • Hukum
  • Sita Ratusan Kg Ganja dan Sabu, BNN Ungkap 6 Kasus Narkoba di Aceh-Jakarta

Sita Ratusan Kg Ganja dan Sabu, BNN Ungkap 6 Kasus Narkoba di Aceh-Jakarta

Kamis, 25 Maret 2021 | 12:05
detikcom
BNN ungkap 6 kasus peredaran narkoba di Aceh hingga Jakarta
RIAUGREEN.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap enam kasus penyalahgunaan narkoba lintas jaringan. Dari pengungkapan ini, sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan ini merupakan hasil dari operasi gabungan yang dilakukan BNN bersama dengan Bea Cukai selama satu bulan sejak Februari hingga Maret 2021. Total ratusan kilogram ganja hingga sabu berhasil diamankan.

"BNN menyita ganja seberat 409,18 kilogram, sabu seberat 87,47 kilogram dan ekstasi sebanyak 35.915 butir. Ada 14 tersangka di depan kita," kata Kepala BNN Irjen Petrus Golose saat jumpa pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (25/3/2021).

Petrus menuturkan dari hasil uji laboratorium sementara, barang haram itu diduga berasal dari golongan golden triangle. Hal itu juga diperkuat dari jenis kemasan yang digunakan.

"Kalau kita lihat packaging yang ada ini, kemudian hasil pemeriksaan laboratorium sementara, ini kalau informasi yang berkaitan dengan masuknya barang-barang jenis amfetamin ini ada dua penggolongan, apakah berasal dari golden triangle atau juga berasal dari golden crescent ataupun langsung dari China," tuturnya.

"Kalau melihat packaging ini maka bisa dilihat bahwa ini berasal dari golden triangle atau melewati golden triangle kemudian masuk ke kita. Ini lah saya perintahkan ke seluruh jajaran untuk secara berkesinambungan jadi operasi dilakukan secara berkesinambungan," sambungnya.

Sementara, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan pihaknya sudah mengetahui akan adanya pengiriman narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Para pelaku kata Arman, bukan pemula. Mereka yang terlibat dalam transaksi tersebut diketahui sudah beraksi lebih dari tiga kali.

"Oleh karena dari awal kita sudah melakukan penyelidikan maka kita sudah mengerti bahwa ada pengiriman narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui bandara Soetta yang kemudian dibawa ke Madura oleh beberapa tersangka itu, ada wanita. Sayangnya mereka ini bukan lagi pemula artinya buka rekruitmen baru karena dia sudah kurang lebih ada 3 kali dia melakukan dan suami mereka masing masing saat ini sedang menjalani proses di LP," ujarnya.

Arman menyampaikan para pelaku juga mengetahui barang yang dibawa adalah narkotika. Mereka juga menerima imbalan dari pekerjaan tersebut.

"Kalau kita lihat tadi dan saya tanya mereka memang mengerti yang dibawa adalah narkotika, karena mereka juga sudah menerima upah atau mereka sudah menerima imbalan uang dari pekerjaan yang mereka lakukan ini. Dengan demikian tersimpulkan mereka memang sudah tau dan bagian dari sindikat melihat dari kegiatan dan keterlibatan keluarganya termasuk suaminya," ucapnya.

Lebih lanjut Arman mengatakan untuk mengelabui petugas, pelaku memasukkan barang haram tersebut ke dalam door closer. Barang haram tersebut akan dikirim ke wilayah Madura.

"Kasus ini kemudian kita tahu ini narkoba yang diseludupkan yang dimasukkan kepada door closer, ini hanya untuk mengelabui para petugas yang melakukan pemantauan tidak ketahuan bahwa di dalam ini ada narkoba, tujuannya Madura," imbuhnya.

Berikut enam kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap BNN:

1. Ganja 4 Kuintal di Bogor Libatkan Tiga Napi

Berawal dari pengungkapan barang bukti ganja seberat 400,18 kilogram di sebuah perusahaan kargo di Jalan Soleh Iskandar, Bogor, pada 9 Februari 2021 lalu, tim BNN mengungkap para tersangka yang terlibat dalam peredaran ganja tersebut. Dari hasil pengembangan petugas, tim BNN melakukan pemeriksaan terhadap Z, seorang warga binaan di salah satu lapas yg berada di wilayah Jawa Barat, pada 2 Maret. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas mengamankan tersangka lainnya yaitu F di daerah Bogor, pada 5 Maret 2021. Selanjutnya, petugas mengamankan tersangka AT alias Tubi yang merupakan warga binaan yang juga berada disalah satu lapas di wilayah Jawa barat dan FZ di salah satu lapas yang ada di wilayah Langsa Aceh, pada 23 maret 2021. Langkah penjemputan dan upaya mengamankan para Napi ini tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara BNN dan Jajaran Ditjenpas dalam rangka menindaklanjuti kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

2. Sabu 2 Ons ditempel di Tembok Gang di Jaksel

BNN menangkap seorang perempuan berinisial Re di daerah Gang Muamalah, Cipedak, Jagakarta, Jakarta Selatan, pada 17 Februari 2021. Dari tangan tersangka, petugas menyita sabu seberat 200 gram yang tersimpan dalam 2 bungkus plastik klip bening. Re mengaku mengambil sabu tersebut di bawah tembok gang setelah diarahkan oleh seseorang melalui ponsel. Adapun pengendali jaringan ini YA yang merupakan warga binaan di sebuah lapas di Banjar.

3. Jaringan Sindikat Malaysia- Madura Ditangkap di Bandara Soetta

BNN meringkus lima orang tersangka laki-laki yang berinisial DP, MD, SM, DS, AN, dan satu orang perempuan berinisial LM, pada Selasa, 23 Februari 2021, sekitar pukul 15.40 WIB, di Gedung Parkiran Lantai 2, Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Dari tangan para tersangka, petugas menyita barang bukti narkotika jenis sabu seberat 2,52 kilogram yang dibawa dari Malaysia. Rencananya sabu akan diedarkan di wilayah Madura, Jawa Timur dan sekitarnya.

4. Sabu 9 Kg di Balik Pintu Mobil di Sumut

Berawal dari informasi masyarakat tentang pengiriman narkoba dari Aceh ke Palembang, tim BNN melakukan penyelidikan. Selanjutnya petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka IS dan US di sebuah SPBU di daerah Tanjung Pura, Air Hitam, Langkat, Sumatera Utara, pada tanggal 5 Maret 2021. Di TKP petugas melakukan penggeledahan di dalam mobil yang ditumpangi para tersangka. Di mobil tersebut, petugas menemukan 9 bungkus narkoba jenis sabu dalam kemasan teh Tiongkok berwarna kuning dan hijau. Sabu tersebut disembunyikan di pintu depan sebelah kanan dan kiri, serta di pintu tengah sebelah kanan, masing-masing 3 bungkus.

5. Sinergi BNN-Bea Cukai Ungkap Kasus 73,52 Kg Sabu dan 35.915 Butir Ekstasi di Aceh

Penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Aceh melalui jalur laut kembali dilakukan oleh anggota jaringan sindikat narkoba. Berbekal informasi tersebut, petugas BNN dan Bea Cukai melakukan operasi bersama. Pada tanggal 16 Maret 2021, tim gabungan melakukan penyisiran di perairan Langsa, Aceh. Dalam kesempatan itu, petugas melakukan pemeriksaan pada kapal nelayan yang melintas di sekitar kapal patroli BC 20008. Setelah dilakukan pemeriksaan di kapal , petugas berhasil menyita sabu sebanyak 70 bungkus seberat 73,52 kg dan 10 bungkus ekstasi sebanyak 35.915 butir. Di TKP petugas mengamankan 3 orang ABK berinisial AB, GS dan MR. Pada 17 Maret 2021, Pengembangan dilakukan dan petugas mengamankan MUL di daerah Pidie yang berperan sebagai pengendali jaringan.

6. Sabu 2,07 Kg dalam Tempat Sampah di Tangerang

Pada Minggu, 21 Maret 2021, petugas BNN mengamankan dua orang pria berinisial S alias U dan A dengan barang bukti berupa satu kantong plastik hitam berisi dua bungkus besar berwarna silver yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu seberat 2,07 Kg. S kedapatan tengah mengambil paket sabu yang diedarkan dengan sistem tempel oleh A. Bungkusan sabu diletakan di tempat sampah samping hotel yang berada di kawasan Tangerang untuk selanjutnya diambil oleh S berdasarkan arahan yang ia dapat melalui telepon seluler.(detik.com)

Loading...
BERITA LAINNYA
Selama Pandemi, Suami 5 Kali Jual Istri
Selasa, 06 April 2021 | 20:40
Berantas Judi Togel, 3 Pelaku Diciduk di 3 TKP
Kamis, 01 April 2021 | 14:18
Diduga Kurir Shabu, 2 Pria Diamankan
Senin, 29 Maret 2021 | 13:27
BERIKAN KOMENTAR
Top