• Home
  • Ekonomi
  • Pemprov Riau Upayakan Penuhi Permintaan Ubi Untuk Empat Pabrik

Pemprov Riau Upayakan Penuhi Permintaan Ubi Untuk Empat Pabrik

Sabtu, 20 Maret 2021 | 14:03
mcr
Kabag Sumber Daya Alam Biro Ekonomi Setdaprov Riau, OK Doni.
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Ketersediaan bahan baku ubi di Riau masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah pabrik di Riau. 

Dari 4200 ton ubi yang diperuntukan untuk berbagai keperluan pabrik, sementara bahan baku yang tersedia di Riau baru mencapai 500 ton.

"Inilah yang sedang kita upayakan, bagaimana kesenjangan dari ketersediaan dan kebutuhan ini bisa tecapai," kata Kabag Sumber Daya Alam Biro Ekonomi Setdaprov Riau, OK Doni, Sabtu (20/3/21).

Dijelaskannya, saat ini ada empat pabrik besar di Riau yang yang meminta pasokan ubi dalam jumlah banyak. Yakni Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Indofood dan PT Asrindo.

Total kebutuhan komulatif 4200 ton tersebut, diperuntukan berbagai keperluan. Yaitu, Indofood dan PT Asrindo untuk pembuatan tepung tapioka. Sedangkan RAPP dan IKPP untuk pelentur atau pelicin dan penutup pada pada bahan kertas yang mereka produksi.

Namun, masih ada masalah lain, ketersediaan bahan baku ubi di Riau ternyata belum seperti diinginkan pihak industri tersebut, terutama RAPP dan IKPP. Dimana, ubi yang dibutuhkan adalah berwarna putih.

"Memang masalahnya, kualitas ubi kita punya, agak rendah dibanding tempat lain. Karena yang dibutuhkan, ubi putih. Sementara hasil ubi di Riau masih kuning. Mereka butuh warna putih, untuk pelentur atau pelicin dan penutup kertas," ungkap Doni.

Ada pun untuk pemenuhan pasokan bahan baku, pihak pabrik mendatangkan ubi dari luar provinsi, diantaranya dari Lampung. Selain itu,  sebagian pasokan lagi justru didatangkan dari negara Thailand.

Lebih lanjut, Doni mengaku soal upaya pemenuhan kebutuhan ubi, Biro Ekonomi akan bekerja sama dengan instansi terkait di Provinsi Riau. Yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan termasuk di kabupaten kota dengan menggandeng pihak petani. 

"Kita perlu mendata lagi, berapa sebenarnya hasil dan kebutuhan yang dihasilkan dari ubi. Daerah penghasilan ubi terbanyak di Bengkalis dan Kampar," ujar Doni lagi.(MCR)

Loading...
BERITA LAINNYA
Kenaikan Harga Cabai Merah Picu Inflasi
Kamis, 01 April 2021 | 14:22
Harga TBS Pekan Ini Rp2.361,15 per Kg
Selasa, 30 Maret 2021 | 13:05
Harga Sawit Pekan Ini Mencapai Rp2.172,72 per Kg
Selasa, 16 Februari 2021 | 12:20
Harga TBS Sawit Naik Jadi Rp2.137,04 per Kg
Selasa, 02 Februari 2021 | 12:28
BERIKAN KOMENTAR
Top