• Home
  • Bengkalis
  • Berkas 2 Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis Dilimpahkan ke Pengadilan

Berkas 2 Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Bengkalis Dilimpahkan ke Pengadilan

Rabu, 16 Juni 2021 | 12:39
detikcom
Ali Fikri.
RIAUGREEN.COM - KPK telah melimpahkan berkas perkara Komisaris PT Arta Niaga Nusantara (ANN) Handoko Setiono dan Direktur PT ANN Melia Boentaran ke pengadilan. Keduanya merupakan tersangka kasus korupsi proyek jalan di Bengkalis.

"Hari ini, Jaksa KPK Tonny F Pangaribuan dan Eko Wahyu Prayitno telah selesai melimpahkan berkas perkara terdakwa Handoko Setiono dan Melia Boentaran dalam perkara dugaan korupsi terkait peningkatan jalan lingkar Bukit Batu-Siak Kecil pada Dinas Pekerjaan Umum Kab. Bengkalis TA 2013-2015 ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (15/5/2021).

Ali mengatakan penahanan Handoko dan Melia akan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Namun, untuk sementara Handoko akan dititipkan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur dan Melia Boentaran di Rutan KPK Gedung Merah Putih.

"Penahanan kedua terdakwa telah sepenuhnya menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor Pekanbaru dan untuk sementara waktu tempat penahanan Handoko Setiono masih tetap di titipkan pada Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, sedangkan Melia Boentaran di Rutan KPK Gedung Merah Putih," kata Ali.

Selanjutnya, KPK menunggu penetapan majelis hakim untuk persidangan nanti.

"Selanjutnya menunggu penetapan penunjukan Majelis Hakim dan jadwal sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan," katanya.

Para terdakwa masing-masing didakwa dengan dakwaan Primair: Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Subsider: Pasal 3 Jo Pasal 18 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, KPK juga lebih dulu menjerat mantan Kadis PU Bengkalis, M Nasir, sebagai tersangka dalam kasus ini. M Nasir sudah divonis 10 tahun 6 bulan penjara oleh majelis hakim karena terbukti bersalah melakukan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis. M Nasir juga sudah dieksekusi ke Rumah Tahanan Kelas II-B Pekanbaru.

Kemudian, KPK kembali menjerat M Nasir bersama sembilan tersangka lainnya dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Bengkalis lainnya. Berikut ini identitas sepuluh tersangka baru tersebut:

- M Nasir selaku mantan Kadis PU Bengkalis
- Handoko selaku kontraktor
- Melia Boentaran selaku kontraktor
- Tirtha Ardhi Kazmi selaku PPTK
- I Ketut Surbawa selaku kontraktor
- Petrus Edy Susanto selaku kontraktor
- Didiet Hadianto selaku kontraktor
- Firjan Taufa selaku kontraktor
- Viktor Sitorus selaku kontraktor
- Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor

Kesepuluh orang itu ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi di empat proyek dari total enam paket proyek pembangunan jalan di Bengkalis, Riau. Keempat proyek tersebut adalah peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, dan pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

Selain itu, KPK menetapkan Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin sebagai tersangka. Amril diduga menerima suap Rp 5,6 miliar terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Amril telah divonis bersalah dalam kasus ini.

Amril dihukum 6 tahun penjara pada pengadilan negeri. Vonis Amril disunat menjadi 4 tahun penjara pada tingkat banding.(detik.com)

loading...
BERITA LAINNYA
Zikrullah Jabat Kasi Pidum Kejari Bengkalis
Jumat, 24 September 2021 | 13:47
5 Kecamatan di Bengkalis Masuk RTR KPN
Kamis, 23 September 2021 | 17:25
Rapat Penyempurnaan Ranperbup Sertifikasi Elektronik
Kamis, 23 September 2021 | 17:24
IPHI Kecamatan Bantan Laksanakan Wirid Bulanan
Rabu, 22 September 2021 | 15:05
IPHI Kecamatan Bantan Laksanakan Wirid Bulanan
Selasa, 21 September 2021 | 14:04
BERIKAN KOMENTAR
Top