CINTA NEGERIKU

RIAU UNTUK INDONESIA

Facebook | Twitter | Advertise

Cita-cita Soekarno memindahkan Ibu Kota Ke Palangkaraya

12:51 PM

Jakarta sebagai ibu kota negara kini sudah tidak ideal lagi. Kota ini menyimpan segudang masalah. Mulai dari kemacetan akut, kepadatan penduduk, pembangunan tak terencana hingga banjir yang selalu mengintai jika musim hujan datang.

Presiden Soekarno pada tahun 1950-an sudah meramalkan Jakarta akan tumbuh tak terkendali. Soekarno dulu punya mimpi memindahkan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Mengapa Palangkaraya? Ada beberapa pertimbangan Soekarno. Pertama Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia dan letaknya di tengah-tengah gugus pulau Indonesia. Kedua menghilangkan sentralistik Jawa.

Selain itu, pembangunan di Jakarta dan Jawa adalah konsep peninggalan Belanda. Soekarno ingin membangun sebuah ibu kota dengan konsepnya sendiri. Bukan peninggalan penjajah, tapi sesuatu yang orisinil.

"Jadikanlah Kota Palangkaraya sebagai modal dan model," ujar Soekarno saat pertama kali menancapkan tonggak pembangunan kota ini 17 Juli 1957.

Satu hal lagi, seperti Jakarta yang punya Ciliwung, Palangkaraya juga punya punya sungai Kahayan. Soekarno ingin memadukan konsep transportasi sungai dan jalan raya, seperti di negara-negara lain.

Soekarno juga ingin Kahayan secantik sungai-sungai di Eropa. Di mana warga dapat bersantai dan menikmati keindahan kota yang dialiri sungai.

"Janganlah membangun bangunan di sepanjang tepi Sungai Kahayan. Lahan di sepanjang tepi sungai tersebut, hendaknya diperuntukkan bagi taman sehingga pada malam yang terlihat hanyalah kerlap-kerlip lampu indah pada saat orang melewati sungai tersebut," kata Soekarno.

Untuk mewujudkan ide itu Soekarno bekerjasama dengan Uni Soviet. Para insinyur dari Rusia pun didatangkan untuk membangun jalan raya di lahan gambut. Pembangunan ini berjalan dengan baik.

Tapi seiiring dengan terpuruknya perekonomian Indonesia di awal 60an, pembangunan Palangkaraya terhambat. Puncaknya pasca 1965, Soekarno dilengserkan. Soeharto tak ingin melanjutkan rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan. Jawa kembali jadi sentral semua segi kehidupan.

Kini Jakarta makin semrawut, sementara pembangunan di Palangkaraya berjalan lambat. Hampir tak ada tanda kota ini pernah akan menjadi ibukota RI yang megah.

Hanya sebuah monumen berdiri menjadi pengingat Soekarno pernah punya mimpi besar memindahkan ibukota ke Palangkaraya. (*)

Sumber : Merdeka.com


 
 

0 komentar:

Poskan Komentar

LINGKUNGAN

BISNIS & PASAR

NASIONAL

MIGAS

Lenovo IdeaPad G460

Lenovo IdeaPad G460
Procie : Intel Core i-3 M350 2,27 GHz, RAM : 2GB DDR3 HDD : 500GB, VGA : Nvidia GeForce 310M 512MB, web cam 1.3 MP, Slot memory, VGA output. Harga Second: 2.000.000 Call. 085363315111/Wilayah Dumai

Samsung Galaxy S4

Samsung Galaxy S4
Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors Ukuran 1080 x 1920 pixels, 5.0 inches (441 ppi pixel density)Multitouch, Corning Gorilla Glass 3. Second : 5.000.000/Nego. Call. 085363315111/Wilayah Dumai

Apple iPhone 5

Apple iPhone 5
iOS 6,upgradable to iOS 7.1, Chipset Apple A6, CPU Dual-core 1.3 GHz Swift (ARM v7-based), GPU PowerVR SGX 543MP3 (triple-core graphics), Second : 6.000.000/Nego. Call. 085363315111/Wilayah Dumai
Recent Post no Thumbnail by Tutorial Blogspot

HUKRIM

POLITIK

SOSIAL

EKONOMI

OLAHRAGA

SENI BUDAYA

PEMERINTAHAN

 

All Rights Reserved © 2012 RiauGreen.com | Redaksi | Riau